Cerpenada
Dunia Cerita Menantimu

Temukan Nada Ceritamu

Jelajahi ribuan cerpen menakjubkan atau mulailah menulis mahakaryamu sendiri bersama Cerpenada.

Paling Populer 🔥

Cerpen dengan jumlah pembaca terbanyak.

Baru Saja Terbit 📖

Karya-karya segar dari para penulis Cerpenada.

Cover
Inspiratif 22/3/2026

Tragedi Roti Yakisoba Terakhir

Kenji berdiri di ujung koridor sekolah dengan napas terengah-engah, menatap musuh bebuyutannya, Satomi, yang berdiri di depan kantin. Suasana mendadak berubah dramatis; kelopak bunga sakura terbang melewati jendela dalam gerak lambat, dan musik orkestra imajiner mulai berdentum kencang di telinga Kenji. Target mereka hanya satu: Roti Yakisoba Edisi Terbatas yang tinggal satu buah di balik etalase kaca, berkilau seolah dijatuhi cahaya suci dari surga kuliner. "Langkahmu terlalu lambat, Kenji-kun," ujar Satomi sambil menyesuaikan kacamatanya yang mendadak berkilat putih menutupi matanya. Kenji menggeram, ia segera merapal teknik andalannya, Langkah Seribu Bayangan Kelaparan, dan melesat maju hingga menciptakan efek garis-garis kecepatan di latar belakang. Namun, Satomi lebih cerdik; ia melemparkan sebuah penghapus yang memantul di dinding, menciptakan distraksi visual yang membuat Kenji terpeleset dramatis hingga berguling-guling seperti bola boling manusia. Tepat saat tangan Satomi nyaris menyentuh bungkusan roti legendaris itu, seorang siswi kelas satu bertubuh mungil berjalan santai entah dari mana. Dengan wajah tanpa dosa dan kecepatan yang melampaui logika shounen, ia mengambil roti tersebut, membayar dengan uang pas, lalu menggigitnya sambil bergumam, "Wah, keberuntungan." Kenji dan Satomi mematung di lantai, tubuh mereka berubah menjadi abu-abu dan retak-retak, seolah baru saja terkena serangan sihir penghancur harga diri. Dunia Kenji runtuh seketika saat melihat saus yakisoba itu menetes di pinggir bibir si siswi kelas satu. Ia dan Satomi yang tadinya bermusuhan kini malah saling merangkul di lantai koridor, menangis dengan aliran air mata yang deras layaknya air terjun kembar. "Setidaknya... roti itu jatuh ke tangan yang bahagia," bisik Kenji lirih sambil menatap langit-langit sekolah yang kini terasa begitu hampa, sementara perutnya berbunyi nyaring mengirimkan sinyal kekalahan telak.

R
Rina Aksara
Cover
Romantis 21/3/2026

Senja di Batas Kota yang Terlupakan

Matahari mulai tenggelam, menyisakan warna jingga yang memantul di kaca gedung-gedung bertingkat. Di meja sudut kedai kopi ini, secangkir kopi hitam mulai kehilangan kehangatannya, sama seperti harapanku yang perlahan pudar.

R
Rina Aksara
Cover
Misteri 20/3/2026

Bayangan di Lantai Tiga

Sekolah itu selalu sunyi setelah jam 5 sore. Namun hari ini, terdengar langkah kaki berat dari lantai tiga yang seharusnya dikunci rapat. Aku mencoba memberanikan diri naik perlahan.

R
Rina Aksara
Cover
Romantis 19/3/2026

Surat Cinta untuk Bintang

Kutuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu. Malam itu bintang tidak terlalu terang, namun matamu mampu mengalahkan semua gemerlap lampu kota Jakarta.

R
Rina Aksara
Cover
Sci-Fi 18/3/2026

Ekspedisi Nebula-9

Tahun 3045, bumi bukan lagi satu-satunya rumah. Kapsul penyelamat kami meluncur tanpa arah menuju gugusan bintang yang tak ada di peta navigasi. Oksigen tersisa 2 jam.

R
Rina Aksara
Cover
Inspiratif 17/3/2026

Sepatu Kaca Sang Pemimpi

Tidak peduli seberapa keras dunia menginjaknya, ia selalu menemukan cara untuk melangkah maju. Sepatu usangnya telah menjadi saksi bisu ribuan kilometer perjuangannya.

R
Rina Aksara

Punya Ide Cerita Menarik?

Jangan biarkan imajinasimu menguap begitu saja. Bagikan ke ribuan pembaca Cerpenada dan jadilah penulis favorit selanjutnya!

Tulis Cerpen Sekarang